Pengantar Alur Kontrol: Menentukan Logika Program
Alur kontrol menentukan urutan khusus dalam eksekusi instruksi di dalam program. Program awalnya berjalan secara berurutan (dari atas ke bawah), tetapi perangkat lunak yang sebenarnya membutuhkan kemampuan untuk mengubah arah, mengulang, atau melewati langkah tertentu. Konstruksi alur kontrol menyediakan mekanisme penting untuk menentukan jalur logika yang kompleks ini, melampaui sekadar urutan tetap yang sederhana.
1. Struktur Seleksi (Logika Bersyarat)
Struktur seleksi memungkinkan program membuat keputusan dinamis. Ia hanya akan mengeksekusi blok kode tertentu jika kondisi yang dinyatakan bernilai Benar. Jika kondisi tersebut adalah Salah, maka blok kode lain (atau tidak ada sama sekali) yang akan dieksekusi.
Contoh Konseptual: JIKA (pengguna menekan tombol) MAKA (muat layar berikutnya) SELAIN ITU (tetap di layar saat ini).
2. Komponen Utama Pengambilan Keputusan
- Ekspresi Boolean (Kondisi):Pernyataan yang harus dievaluasi secara ketat menjadi salah satu dari $T$ (Benar) atau $F$ (Salah). Hasil ini menentukan arah lanjutan program.
- Operator Relasional:Alat seperti "lebih besar dari" (
>), "kurang dari" (<), atau "sama dengan" (==) digunakan untuk membandingkan nilai dan membentuk kondisi utama. - Operator Logika (AND, OR, NOT):Mekanisme yang digunakan untuk menggabungkan beberapa ekspresi Boolean sederhana menjadi satu kriteria keputusan yang lebih kompleks.